Cinta Fitria (Episode #20): 06 Desember

Sudah lama rasanya aku tidak ngumpul-ngumpul bareng teman satu angkatan. Dan hari ini, setelah sekian lama akhirnya kami bisa ngumpul bareng lagi, Fitria, Anas, Novita dan aku sendiri. Sudah lebih tiga tahun kami bekerja di kantor yang sama. Malam ini kami sengaja makan bareng di salah satu tempat makan yang dulu pernah menjadi tempat favorit kami di Atrium Plaza. Sebenernya bukan favorit, hanya saja satu-satunya tempat makan yang menyajikan makanan yang cocok untuk lidah anas dan aku.

Sejenak kita tinggalkan Aan dan Adi, kita coba lihat di masa depan apa yang terjadi dengan fitria. Sebelumnya aku akan memperkenalkan kepada teman-teman tentang Anas dan Novita. Anas ini berasal dari daerah yang sama denganku, Wonogiri. Hanya saja dia memiliki nasib yang berbeda denganku. Dengan bakat alami fotografernya dan modal tampang yang kata orang mirip artis terkenal ibu kota, dia bisa mendapatkan cewek manapun yang dia suka. Tanpa terkecuali.

Dan novita, cewek kelahiran bulan November ini mengklaim dirinya paling cantik di mana pun dia berada. Kalau setiap hal itu ada ahlinya masing-masing, maka urusan traktiran, makan-makan dan oleh-oleh, dialah ahlinya. Aku memanggil novita dengan panggilan “ndhut”. Bukan karena dia gendhut, justru atas keberhasilannya aku berani memanggil ndhut. Pas masih gendhut dulu mana berani aku memanggil demikian, bisa-bisa taringnya keluar semua. Mungkin itulah salah satu prestasi novita yang diakui banyak orang, mengingat hobinya makan dan ngemil tanpa henti dia berhasil menurunkan berat badannya sampai batas yang dia inginkan dan menjaga kestabilannya. Saat dikantor persediaan makanan di laci mejanya cukup untuk tujuh hari, aku biasanya minta ke dia kalau lagi kelaparan. Bahkan teman kosnya pernah cerita, kalau dia diajari novita untuk punya kotak ajaib, seperti kantong ajaibnya doraemon, tapi isinya makanan semua. Kalau lagi dalam perjalanan, misalnya pulang kampung dia menyediakan satu tas khusus, cukup besar, yang hanya diisi dengan aneka snack dan makanan. Ibarat kalau mau memanggil jin kita sediakan bunga tujuh rupa, kalau mau ngundang novita cukup sediain makanan yang cukup, dia pasti datang.

Hari ini, mungkin yang terakhir—aku gak tahu—kami bisa bareng-bareng seperti ini. Dulu pas awal-awal masuk kantor, kami sering makan bareng di tempat ini, menemani novita buka puasa, mendengarkan fitria cerita tentang mimpi-mimpinya, mendengarkan anas yang memamerkan gebetan barunya dan aku sebagai pendengar setia mereka, tanpa komentar bila tidak diminta. Selepas itu, kami punya dunia sendiri, sibuk dengan urusan masing-masing. Dan saat ini aku bertemu kembali dengan teman-temanku, dengan status yang berbeda dari tiga tahun yang lalu. Fitria telah menemukan belahan hatinya, Anas telah berhenti main-main dan hanya mencintai satu wanita, selebihnya aku gak tahu. Hanya aku dan novita yang masih berstatus sama, hanya bedanya novita sudah jelas statusnya sejak lebih dari tiga tahun yang lalu. Dan aku, saat suasana seperti ini, biasanya yang selalu jadi bahan ledekan.

Kisah cinta fitria tidaklah semulus yang teman-teman kira. Nanti akan aku ceritakan sebatas yang aku ketahui. Juga tentang Aan dan Adi, apakah salah satunya menjadi pendamping hidup yang dipilih Fitria saat ini, ataukah Fitria malah memilih orang lain. Bagaimana tentang seorang Fitria yang menjadi pujaan para pria, diinginkan setiap lelaki, ternyata harus mengalami apa yang namanya patah hati hingga sempat terbesit keinginan untuk hidup sendiri, tanpa laki-laki.

Fitria berkeinginan untuk menjadi wanita karir yang mandiri. Sebagai temannya aku tentu saja mendukung, hanya saja keinginan untuk menutup diri dari laki-laki aku tidak setuju. Aku berdoa semoga itu hanya keinginan sesaatnya, semoga suatu saat akan ada lelaki yang bisa membuka hatinya. Dan hal itu menjadi benar saat ini. Dia telah melupakan saat-saat dulu sering berdebat soal itu denganku. Aku yang sering ngotot bahwa dia tidak mungkin hidup sendiri, mungkin untuk saat itu tapi tidak untuk saat nanti. Bagaimanapun juga karir tertinggi seorang wanita adalah menjadi seorang ibu, itu yang aku yakini. Seorang ibu yang mendidik anak-anaknya, memberikan teladan yang baik, tempat mencurahkan kasih sayang anak dan suaminya. Itulah yang membuat nilai seorang ibu lebih tinggi dari surga, surga berada di bawah telapak kakinya, bukan di atas kepalanya.

(Bersambung)

Advertisements

December 6, 2010 at 1:33 pm 4 comments

Cinta Fitria (Episode #19): Selamat Tinggal, Patah Hati!

Memasuki minggu kelima patah hatinya, Adi sudah mulai lebih baik keadaannya. Adi sudah mampu menerima bila takdir tidak menyatukannya dengan Fitria. Adi telah merelakan mimpi-mimpi indahnya untuk bersama Fitria. Adi juga telah mengikhlaskan Fitria nantinya harus bersama dengan orang lain. Semua karena keteguhan hatinya, dan juga dukungan teman-temannya. Adi sudah normal kembali, termasuk nama akun facebooknya sudah berganti–Adi Normal Lagi.

Sore itu, saat matahari kembali ke peraduannya, Adi masih betah di depan laptopnya. Jari-jemarinya sibuk mengetikkan sesuatu. Sekali-kali tersenyum dan kadang tertawa sendiri. Adi tengah chatting denga Tika, teman lamanya, yang baru bertemu kembali lewat facebook.

Adi: “Tik, gimana sih cara nyembuhin patah hati?”

Tika: “Kenapa? Kamu lagi patah hati ya?”

Adi: “Iya, ditolak cewek”

Tika: “Maaf ya Di, aku tak ketawa dulu, nanti habis itu aku kasih solusi. Hahaha….”

Adi: “Kejam sekali kau, teman lagi nelangsa malah diketawain.”

Tika: “Hahaha…”

Adi: “Udah belum ketawanya?”

Tika: “Udah kok Di ketawanya. Eh, masih dikit ding, hihihi… Habisnya kok bisa sih kamu patah hati, bukankah tidak punya hati?”

Adi: “Jangan bercanda melulu dong, serius nih.”

Tika: “Gimana ya? Kalau orang patah hati itu yang bisa nyebuhin ya dirinya sendiri, teman-teman dan keluarga cuma bisa ngasih dukungan. Semua tergantung dirimu sendiri.”

Adi: “Trus, caranya gimana?”

Tika: “Dosenku dulu pernah memberikan nasehat, beliau pernah patah hati. Sedih sekali. Tapi terus positive thinking. Siapa tahu kalau dapat dia kamu tak akan bahagia? Siapa tahu akan dikasih yang lebih baik? Who knows? Siapa tahu suatu saat kamu akan bersama dirinya? Tapi ya jangan terlalu berharap kalau yang ini. Namanya juga manusia biasa, patah hati sih wajar, tapi jangan terus berkepanjangan. Yang rugi kamu sendiri kan?”

Adi: “Iya.”

Tika: “Belum lagi misalnya si cewek tiba-tiba punya pacar, kamu bakal tambah hancur hati. Tapi harus siap dengan kemungkinan terburuk. Itulah hidup, proses pembelajaran dan pendewasaan”.

Adi: “Emang kemungkinan terburuknya apa?”

Tika: “Kamu ketemu dia tiap hari, atau mungkin dia jadian sama temenmu sendiri sehingga kamu bakalan melihat dia terus. Siap?”

Adi: “Siap.”

Tika: “Tapi mudah-mudahan tidak. Ada satu lagi Di, kata temenku lebih baik patah hati karena ditolak daripada patah hati karena putus?”

Adi: “Bedanya?”

Tika: “Ya beda, kalau dah pacaran trus putus kan paling tidak sudah banyak kenangan. Yang susah itu melupakan kenangan dan kebiasaan. Misalnya ketika lewat suatu tempat akan teringat, biasanya di-sms, ditelpon sekarang tidak.”

Adi: “Okelah, terima kasih nasehatnya. Aku juga dah capek merasakan rasanya patah hati, berat badanku jadi turun 5 kg gara-gara itu, haha…”

Tika: “Aku justru naik 7 kg gara-gara patah hati dulu, sampai sekarang gak turun-turun”.

Adi: “Kok bisa?”

Tika: “Aku lampiaskan kekesalanku dengan makan, makan dan makan, hehe…”

Adi: “Oh ya udah, aku minta 7 kg biar impas, hehe…”

Tika: “Kalau cuma 7 kg gak boleh, kalau semuanya dengan senang hati, hihihi…”

Adi: “Maksudnya?”

Tika: 🙂

(Bersambung)

Lupakanlah masa lalu. Ingat, untuk setiap hubunganmu yang gagal, kamu selangkah lebih dekat dengan dia yang tepat bagimu. Teruslah melangkah!

November 18, 2010 at 10:33 am 12 comments

Cinta Fitria (Episode #18): Putri Indonesia

Lewat tengah malam aku masih belum memejamkan mata. Ku buka email barangkali ada email baru yang masuk. Seperti biasa ada email yang mengomentari tentang Cinta Fitria, sebuah tulisan bersambung yang aku tulis di blogku. Banyak yang memberikan komentar, saran maupun pertanyaan. Rata-rata bilang tulisanku lucu, mudah dicerna, gak ruwet dan sesuai zaman. Namun, ada beberapa pertanyaan dari pembaca setia Cinta Fitria yang ingin aku jawab melalui tulisan ini.

Yang paling sering jadi pertanyaan adalah siapa sih Fitria itu? Penasaran, seperti apa dia? Kalau boleh aku jawab dengan cerita, pasti temen-temen masih ingat dulu aku berjanji akan menceritakan tentang cita-cita Fitria waktu kecil. Seperti anak kecil lainnya, semua pasti punya cita-cita kalau besar pengen jadi apa. Aku dulu punya cita-cita pengen jadi dokter. Ternyata jadi dokter itu tidaklah segampang yang aku pikir dulu, makanya setelah gede aku ganti cita-cita. Jadi insinyur? Bukan! Cari istri seorang dokter. 🙂

Sejalan denganku, waktu masih kecil Fitria punya cita-cita pengen jadi puteri Indonesia. Sebuah cita-cita yang luar biasa bukan? Bukan. Apa pun cita-cita seseorang, sebisa mungkin akan berusaha mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya, kalaupun tidak bisa tercapai secara sempurna, paling tidak mendekati. Toh akhirnya Fitria tidak bisa menjadi puteri Indonesia karena sesuatu dan lain hal, dia tetap merasa sebagai puteri Indonesia tanpa audisi dan seleksi. Dia tetap seorang puteri bagi pangerannya. Putri Indonesia yang berbakti pada nusa, bangsa dan negara.

Ingin aku tampilkan gambarnya Fitria di sini tapi takutnya nanti akan diedit oleh editor. Di-edit kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa indonesia menjadi disunting. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disunting maknanya sama dengan dilamar. Kalaupun dibiarkan oleh editor, takutnya nanti malah mengecewakan temen-temen semua. Tidak seperti yang temen-temen harapkan, jauh dari yang temen-temen bayangkan. Oleh karena itu aku lebih suka menggambarkannya dengan kata-kata. Jujur saja, aku tidak begitu ahli dalam photoshop.

Pertanyaan berikutnya adalah mengenai alur cerita, awalnya Adi dan Aan dikisahkan tidaklah begitu suka sama Fitria, tapi kenapa Adi bisa patah hati berat setelah ditolak cintanya oleh Fitria, dan begitu juga Aan, mengapa berjuang mati-matian ikut tes. Sebenarnya karena ini cerita bersambung maka jawaban pertanyaan tersebut akan ada dalam episode selanjutnya. Aku ingin menuliskan cerita tersebut lebih detail dalam sebuah novel. Untuk itu aku ingin belajar tentang cara menulis novel.

Tiga minggu yang lalu, aku ke toko buku dan membeli tiga buah novel sekaligus. Mungkin cukup aneh bagi orang yang tidak hoby membaca novel sepertiku membeli novel, apalagi dalam jumlah lebih dari satu. Aku ingin mempelajari mengenai cara menulis novel, itulah alasannya walaupun sampai saat ini belum sempat aku baca, lebih tepatnya malas baca. Aku mengambil contoh tiga novel untuk aku baca, yang pertama, novel karya penulis yang terkenal yang belakangan ini menulis novel baru dan best seller. Kedua, novel yang biasa saja menurutku, ditandai dengan jumlah halamannya yang banyak sehingga cukup tebel dengan harga yang relatif murah. Yang ketiga, novel yang masuk kategori novel yang bercerita lucu atau kocak.

Aku bermimpi ingin menulis sebuah novel, tak peduli ada penerbit yang mau menerbitkan atau tidak, ada orang yang mau membaca atau tidak. Setidaknya aku pernah menulis sebuah novel. Seperti Cinta Fitria ini, semoga nanti bisa menjadi kado pernikahan Fitria di tahun depan. Fitria yang telah aku anggap sebagai kakakku sendiri, ya aku memang adik kelasnya. Walaupun kami selalu beda pendapat, apa pun itu—tak peduli benar atau salah—pasti selalu ditentang kalau yang menyampaikan aku, tetapi dia akan selalu membela aku jika ada yang menghina atau menyakiti aku. Semoga aku bisa menuliskan sebagian kisahnya di sini.

Dan nantinya jika novelku telah terbit, komentar dari Andre Hairata akan aku pasang di cover bagian depan. “Luar biasa, industri penulisan di Indonesia telah memasuki babak baru, seperti industri musik saat ini. Dengan mudahnya penerbit menerbitkan karya penulis baru yang tidak jelas kualitasnya”.

(Bersambung)

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan. (Anonim)

November 10, 2010 at 8:19 am 18 comments

Cinta Fitria (Episode #17): Awal yang Sempurna

Tak ingin membuang waktu lama, Aan segera menyudahi perdebatan dengan pengawas.

“Pak, waktu ujian kan masih 30 menit, boleh minta tambahan soal nggak, buat ngisi waktu daripada nganggur?” pinta Aan kepada pengawas, mengingat tadi sudah menggunakan trik minta tambahan lembar jawaban, berarti sekarang saatnya minta tambahan soal ujian.

“Saya lagi nggak pegang soal, tuh minta sama Pak Doddy, yang duduk di meja tengah. Minta soal yang bener, jangan soal kelas 4 SD, waktumu tinggal 30 menit untuk ngerjain soal yang sama kayak temen-temenmu”.

Sebenernya batin Aan tidak terima dikatain seperti itu, yang ngasih soal siapa yang disalahin siapa. Tapi Aan tidak mau membuang waktu, dia bergegas menemui Pak Doddy, lelaki paruh baya yang duduk di barisan pengawas. Aan agak sedikit takut melihat tampang Pak Doddy yang kelihatan galak.

“Pak Doddy, saya mau minta soal lagi, tadi yang saya kerjakan soal yang salah” aku Aan atas kesalahannya.

Pak Doddy yang saat itu juga gak memegang sisa soal mengambilkan Aan soal dimaksud dari meja pengawas di sebelah yang saat itu kebetulan kosong ditinggal pengawas bersangkutan memantau di bagian belakang barisan peserta kalau-kalau ada yang berbuat curang.

“Ini, semoga sukses” kata Pak Doddy ramah menghilangkan kesan angker atas penampilannya.

“Terima kasih Pak” balas Aan.

Aan berjalan santai ke tempat duduknya sambil memikirkan rumus apa yang bisa digunakan untuk menyelesaikan 180 soal dalam waktu 30 menit dikurangi waktu buat menghitamkan bulatan-bulatan lembar jawaban kira-kira 5 menit. Terpikir oleh Aan untuk menggunakan rumus menghitung kancing baju, tapi ia sadar cara itu tidak akan selesai dengan waktu yang tersisa. Selanjutnya Aan terbayang untuk menggunakan rumus B saja, maksudnya semua soal dipilih jawaban B, tapi peluang benar hanya 25%. Selanjutnya timbul ide briliannya untuk menggunakan rumus pola, ia sempat melihat sekilas jawaban temannya. Dengan keahlian yang sudah terlatih dan tingkat akurasi yang tinggi Aan dipastikan bisa meniru pola bulatan yang sempat dilihat untuk disalin di lembar jawabannya. Ya itu saja, sebuah ide yang sederhana namun tepat guna.

Sampai di tempat duduknya, Aan membuka soal ujian yang baru saja diterima. Alangkah kagetnya Aan karena didalamnya banyak coretan. Ternyata pengawas yang soalnya diambil oleh Pak Doddy tadi sambil ngawasi dia iseng ikut mengerjakan soal yang dipegangnya. Tanpa berpikir panjang Aan menyalin semua jawaban yang telah ditandai oleh pengawas tadi ke lembar jawabnya. Dalam waktu kurang dari 15 menit Aan telah menyelesaikan semua soalnya. Ya, Aan telah berhasil mengerjakan semua soal dengan tanpa satu pun membaca soalnya. Waktu ujian yang tinggal 10 menit kali ini tidak dimanfaatkan Aan untuk mengganggu temannya, dia telah insyaf, sadar mendapat keberuntungan dalam waktu yang tepat.

Tepat pukul 11.30 waktu ujian telah habis, ujian dihentikan. Sebelum keluar dari ruangan Aan menyempatkan diri menemui Pak Doddy.

“Pak, saya mengucapkan banyak terima kasih, atas bantuan Bapak saya bisa menyelesaikan semua soal dalam waktu yang tidak terlalu lama”.

“Sama-sama, semog kamu bisa lulus” doa lelaki setengah buaya yang mempunyai nama lengkap Doddy Jumanji itu.

Selanjutnya Aan menyampaikan sesuatu untuk teman-temannya sesama peserta ujian.

“Teman-teman mohon perhatiannya sebentar, bagi teman-teman yang tadi meminjam pensil 2B kepada saya tolong tidak usah dikembalikan, anggep aja kenang-kenangan dari Aan untuk temen-temen semua.

“Terima kasih ya An, sudah dipinjemin pensil, jadi gak enak juga akhirnya malah dikasih” sahut seorang peserta ujian.

“Lagian ngapain dibalikin, nanti juga gak dipakai sama Aan,  paling ini ujian terakhir buat dia” ledek temen yang lain.

Tak terima dengan ledekan itu akhirnya Aan buka mulut.

“Iya bener gak akan kupake, lagian ngapain aku pake pensil 2B palsu?” sahut Aan sambil lari keluar ruangan menyelamatkan diri atas kemungkinan yang akan terjadi nanti.

“Apa?!!! Palsu!!!!?” teriak beberapa orang bersamaan sambil diikuti suara sepatu melayang, kursi dibanting, kaca jendela pecah dan suara-suara sebangsanya.

(Bersambung)

Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula. (Anonim)

November 3, 2010 at 7:26 am 8 comments

Cinta Fitria (Episode #16): Ujian Cinta

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu sekaligus hari yang mendebarkan bagi para pemuja Cinta Fitria. Dalam tiga jam ke depan, mereka akan mempertaruhkan apa yang mereka punya untuk menggapai gadis pujaannya. Seperti halnya Aan, sejak jam tujuh tadi Aan sudah sampai ke Gedung Dhanapala di mana tempat test TPA dilaksanakan meskipun test dimulai pukul 08.30 waktu setempat. Aan mengikuti apa yang disarankan oleh mustphar bahwa di harus datang pagi-pagi untuk mengenali lokasi ujian terlebih dahulu dan memberikan kesiapan mental sebelum menghadapi ujian. Masih menurut mustphar, bahwa datang ke tempat ujian sebelum ujian dimulai adalah sepertiga dari keberhasilan ujian, karena kalau datang terlambat dipastikan tidak dapat mengikuti ujian atau kalaupun diijinkan mengikuti ujian pasti memberikan efek psikologis . Dua pertiga selanjutnya adalah usaha dan doa.

Walaupun datang lebih awal dan menunggu lama waktu ujian dimulai, mustphar tidak menyarankan untuk belajar. Jangan menambah beban pikiran, istirahatkan pikiran, persiapkan saja untuk menghadapi ujian. Dan Aan mematuhi itu semua, walaupun teman-temannya sibuk belajar, Aan mondar-mandir seolah-olah paling siap diantara semua peserta. Kadang-kadang Aan nyeletuk mengucapkan sesuatu yang pernah dipelajari sebelumnya. Otomatis hal itu membuat temen-temennya yang lagi pada menghafal meninggalkan hafalannya dan mencari ataupun bertanya tentang apa yang disebutkan Aan tadi. Hal itu salah satu cara merusak konsentrasi belajar. Itu masih menurut ajaran sesat mustphar. Dalam hal lain mungkin mereka semua sahabat, namun dalam hal ini mereka adalah saingan, maka bersainglah sebaik-baiknya. Inilah prinsip persiangan.

Sepuluh menit sebelum ujian dimulai, pengawas membagikan lembar jawaban dan lembar soal. Kali ini ujian diikuti oleh 100 orang peserta yang berjajar sepuluh barisan ke samping dan sepuluh barisan ke belakang. Aan memiliki nomor ujian 55 sehingga dia duduk di tengah-tengah barisan. Aan membawa pensil 2B sebanyak 1 lusin. Sesuai dengan ajaran yang diterimanya, bawalah pensil yang banyak walaupun yang dipakai cuma satu namun bisa dipakai secara bergantian yang bisa menghemat waktu meraut pensil. Dalam pikiran Aan,pensil tersebut nantinya kalau ada temen yang lupa bawa bisa dijual atau disewakan, dalam istilah halusnya dipinjamkan.

Jam 08.30 tepat ujian dimulai. Para peserta mengerjakan dengan tenang, tidak ada suara sedikitpun kecuali suara kertas yang dibolak-balik ataupun suara pensil patah karena dipatahkan, frustrasi tidak ada satu soal pun yang nyantol di pikirannya. Lima menit kemudian tiba-tiba Aan mengacungkan tangan bertanya kepada pengawasnya.

“Pak, nomor 50 soalnya kurang jelas”.

Sebenarnya Aan pun baru mengerjakan sampai nomor 5, itupun masih diragukan jawabannya. Namun berdasarkan ajaran yang diterimanya, hal itu berguna untuk menjatuhkan mental lawan-lawannya. Bagi yang gak siap mental hal itu akan menyiutkan nyali. Menganggap orang yang bersangkutan jauh lebih pandai darinya. Kalau gak percaya coba saja. Namun, apabila menerima hal serupa, mustphar mengajarkan untuk tenang saja, berpikir positif dan percaya diri. Anggap aja temenmu ngerjainnya dari nomor 50, ngerjainnya secara random, sekedar cari sensasi atau lagi mempraktekkan ajaran sesat mustphar.

“Dilarang menanyakan apa pun kepada pengawas atau sesama peserta ujian” jawab pengawas.

Satu jam ujian telah berlalu, waktunya tinggal satu setengah jam lagi. Tiba-tiba Aan bertanya kepada pengawas.

“Pak, yang sudah selesai boleh keluar ruangan?”

Sekali lagi Aan menguji mental teman-temannya. Padahal saat itu Aan baru selesai sekitar 100 soal, itupun yang 25 hasil ngitung kancing baju, 25 hasil pemikiran sendiri dan yang 50 turun dari langit. Tapi sekali lagi itu bisa menjatuhkan mental teman-temannya. Kalau tidak percaya, sekali lagi, boleh dicoba. Namun Aan punya cara untuk menghadapi hal itu bila orang lain yang melakukannya, dia akan berpikir pasti itu muridnya mustphar, walaupun mustphar sekalipun tak pernah melakukannya. Dia hanya mengajarkan bagaimana menanggulangi apabila hal itu terjadi.

Yang sudah selesai tidak boleh keluar ruangan dulu, nanti boleh keluar saat waktu ujian sudah habis” jawab Pengawas.

Saat waktu ujian tinggal 30 menit, Aan bikin ulah lagi. Dia bertanya kepada pengawas.

“Pak, lembar jawab saya kurang, boleh nambah satu lagi Pak?”

Kalau yang dikerjakan soal essay hal itu boleh dilakukan, tapi kali ini yang dikerjakan soal pilihan ganda. Untuk itu lembar jawaban sudah disesuaikan dengan jumlah soal. Hal ini membuat peserta lain bertanya-tanya dan juga tertawa. Tapi ya sudahlah namanya juga Aan, diketawain sudah biasa dan itulah yang dicari.

Ini soalnya 200 Pak, lembar jawaban cuma sampai 180” lanjut Aan.

Coba soalnya kamu bawa ke sini” kata pengawas.

Ini Pak” jawab Aan sambil menyerahkan lembar soal yang dia kerjakan sejak tadi.

Pengawas menerima lembar soal kemudian memeriksanya sebentar.

“Ini kan soal latihan anak saya yang kelas 4 SD, kok bisa nyampur di sini ya?”

“Hah?!!!! Pantesan soalnya gampang-gampang?” kata Aan.

“Gampang gimana?” tanya pengawas.

“Iya, masa ada soal: Lagu Pelangi-Pelangi ciptaan… “ jelas Aan.

“Kamu jawab apa?” selidik pengawas.

“Tuhan” jawab Aan dengan pede-nya.

“Itu bukannya ciptaan AT Mahmud?” bantah pengawas.

Kan ada liriknya Pak, Pelangi-Pelangi ciptaan Tuhan” jelas Aan.

Ooo iya ya” kata pengawas pasrah.

(Bersambung)

Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli segala keperluanmu. (Anonim)

October 22, 2010 at 7:37 am 16 comments

Cinta Fitria (Episode #15): Sekali Lagi, Tentang Patah Hati

Satu lagi hal yang dilakukan Adi yang tak kalah menarik, setiap jam 23.00 dia mengedit profil faceboknya dan mengganti tanggal lahirnya dengan tanggal dan bulan esok harinya, sehingga di home facebook teman-temannya akan ada selalu pemberitahuan bahwa Adi sedang ulang tahun. Hal itu diulang-ulang terus sehingga setiap hari Adi selalu ulang tahun di faceboknya. Tak heran bila tiap hari ada yang menuliskan di dinding facebook Adi ucapan selamat ulan tahun dan ucapan sejenisnya.

Mustphar Wae perasaan tiap hari kamu ultah, facebookmu yang eror atau kamunya yang eror ya… 😀

Tha Ta tiap hari kok ultah ta mas?

Adi Patah Hati Lagi lha kamu belum ngasih aku kado.

Agustin Ntsga ultah kok terus-terusan, apa gak bosen?

Adi Patah Hati Lagi enak, dapat hadiah terus.

Otnamus Walik’en Bang, tiap hati kok ultah. Kalo dihitung-hitung usiamu sekarang dah satu abad lebih, tiap hari tambah satu tahun. Tenang aja, ntar aku daftarin ke MURI, kategori orang yang paling sering merayakan ultah.

***

Suatu hari Adi terlibat chatting dengan temannya yang juga dikenal lewat online.

Sissy: “Kamu lagi patah hati ya?”

Adi: “Enggak, siapa bilang?”

Sissy: “Itu, nama kamu. Kalo lagi patah hati, kita senasib “.

Adi: “Ni critanya lagi cari temen senasib sepenanggungan?”

Sissy: “Ya gak juga, cuma kalo ada temen aku gak merasa sendirian”.

Adi: “Ngomong-ngomong kamu patah hati karena apa?”

Sissy: “Aku ditinggal selingkuh cowokku, padahal kami sudah pacaran selama 5 tahunan”.

Adi: “Ya baguslah”.

Sissy: “Kok malah dibilang bagus, jahat banget sih”.

Adi: “Maksudku bagus karena akhirnya kamu tahu cowokmu tidak setia, dan kamu tahunya sekarang, coba kalau dah nikah misalnya kamu baru tahu, apa tidak lebih baik tahu dari sekarang?”

Sissy: “Iya juga sih, tapi lima tahun bukanlah waktu yang sebentar”.

Adi: “Baru juga lima tahun, ada juga yang enam tahun pacaran, bosen trus akhirnya putus, bahkan ada yang dah delapan tahun pacaran, batal nikah karena diselingkuhi orang dan lebih milih selingkuhannya”.

Sissy: “Tapi aku merasa tidak punya siapa-siapa lagi”.

Adi: “Kamu kan masih punya temen”.

Sissy: “Sejak punya cowok, aku jadi jauh sama sahabat-sahabatku. Aku tidak menghiraukan sahabat-sabahatku. Waktuku selalu aku habiskan sama cowokku, kemana-mana sama cowokku, dan kalo ada apa-apa pun selalu ceritanya ke cowokku aja. Pokoknya aku jadi jauhlah sama sahabat-sahabatku”.

Adi: “Justru ini kesempatan bagimu untuk mendekatkan kembali sahabat-sahabatmu”.

Sissy: “Gak enaklah, aku sudah kayak gak mengenal lagi sahabat-sahabatku yang dulu, masak kesannya aku menemui sahabatku lagi karena aku sedang kayak gini. Ntar apa kata mereka tentang aku”.

Adi: “Sahabat gak kayak gitu kok, sahabat itu tahan banting. Mereka pasti menerimamu”.

Sissy: “OK deh aku coba, makasih ya nasihatnya. Tapi kok kamu jadi bijak gini, padahal di facebook ancur-ancuran gitu. Hehe…”

Adi: “Oooo… itu akunku dibajak orang”.

Sissy: “Yang dibajak yang itu apa yang ini, hehe…”

Adi: “Hahaha… gak tau aku salah karakter di sini. 😛 ”

Sissy: “OK deh, terserah kamu. Makasih ya…”

Adi: “Sama-sama”.

(Bersambung)

Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kami masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya. (Anonim)

October 19, 2010 at 11:05 am 6 comments

Cinta Fitria (Episode #14): Masih Tentang Patah Hati

Adi masih berkutat di dunianya, dunia maya pelariannya. Aku juga bingung memilih kalimat yang tepat untuk menceritakan kepada teman-teman semua, yang jelas Adi melakukan hal-hal yang membuat dirinya terkenal, terkenal menjadi orang yang berbeda kalau gak mau dibilang orang aneh.

Mungkin temen-temen bosen juga lama-lama, dari kemarin ceritanya Adi yang terus-terusan patah hati. Namun sebenarnya lewat tulisan ini ada pesan yang ingin aku sampaikan kepada temen saya nan jauh di sanan yang mungkin lagi mengalami hal serupa.

Pertama yang dilakukannya adalah membuat status-status yang bisa dibilang tidak bermutu namun kadang memancing orang untuk memberikan komentarnya, dan meng-update statusnya setiap kurang dari 15 menit, sehingga akan selalu muncul namanya dan statusnya yang baru di home facebook teman-temannya.

Adi Patah Hati Lagi selamat malam teman-teman.

Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan status di atas, yang aneh karena status itu dia tulis di siang hari. Adi seringnya membolak-balikkan malam jadi siang, siang jadi malam, pagi jadi sore dan seterusnya dalam menuliskan status di facebooknya.

Adi Patah Hati Lagi salju turun lagi.

Walaupun dia tinggal di tempat yang tidak pernah turun salju. Seperti itulah dan kalimat kalimat sejenis. Aku juga tidak bisa menceritakan semua, yang jelas teman-teman sudah bisa mengira-ira seperti apa. Yang penting update status, dibilang lebay juga tidak peduli. Yang penting eksis, terserah orang bilang apa. Adi sudah tidak mempedulikan jati diri dan citranya yang telah dibangun selama ini.

Adi Patah Hati Lagi apa yang Anda pikirkan?

Status adi tersebut mengundang komen teman-temannya.

Nia Nia Nia tambah stress aja kamu Mas?

Aan Doyan Makan memikirkan dirimu yang gak sembuh-sembuh

Ipin True Love kesian kesian kesian

Cinta Fitria betul betul betul

Lima belas menit kemudian Adi meng-update status facebook-nya.

Adi Patah Hati Lagi ini budi.

Nia Nia Nia ini bapak budi.

Cinta Fitria bapak budi pergi ke sawah

Aan Doyan Makan ibu budi pergi ke pasar.

Ipin True Love si budi facebookan melulu.

Sepuluh menit kemudian Adi mengupdate statusnya lagi, tapi kali ini agak serius.

Adi Patah Hati Lagi selama ini pun aku tak yakin ada di hatinya, membaca curhatnya dalam twitter dan blognya membuat aku semakin yakin bahwa aku tak terlalu berharga di hatinya, biarlah aku pergi dengan sejuta tanya yang mungkin aku tak akan pernah tahu (dan tak ingin tahu) jawabannya. Tak ingin membuang waktuku lebih lama untuk hal yang sia-sia demi dirinya. J

Ipin True Love abot-abot…

Adi Patah Hati Lagi @ Ipin True Love: memang aku lagi suka yang about-about kok. 😀

Nia Nia Nia akan tiba saat yang berbahagia, percayalah!

Adi Patah Hati Lagi @Nia Nia Nia: amin, akan datang saat yang dinanti, yang mungkin tak terbayangkan di saat ini.

Ipin True Love semangat di, ambil positifnya. kata orang, seseorang biasanya menelurkan masterpiece-nya saat berada dalam tekanan. Buya Hamka menulis tafsir Al-Quran yang diberinama tafsir Al-Azhar saat dalam penjara, Glenn Fredly menghasilkan karya album terbaiknya saat patah hati, demikian novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead– yang membuatnya menjadi sastrawan dunia—saat berada dalam penjara.

Adi Patah Hati Lagi @Ipin True Love: oke makasih. Btw, kpn kamu menelurkan masterpice-mu? Hahaha…

Ipin True Love master piece-ku dah aku telurin kali, hehe… Banyak yang bilang postinganku sekarang gak punya ‘nyawa’ kayak dulu. Dulu kan hati masih patah-patah. 😛

Aan Doyan Makan sabar di, masih banyak bintang di langit, masih banyak ikan di lautan. 😀

Adi Patah Hati Lagi @ Aan Doyan Makan: maksudmu aku suruh kawin ama ikan? 😀

Sebelum tidur, Adi menuliskan status baru di facebooknya.

Adi Patah Hati Lagi Pancasila…

Mustphar Wae 22:24

Adi Lagi Patah Hati 22:23

Mustphar Wae jam kamu kelambaten 3 menit.

End Anx hubungannya jam sama pancasila apa coba? Selain baik-baik saja tentunya. 😛

Mustphar Wae eee… jam dipasang di bawah pancasila diantara gambar presiden dan wakil presiden 😀

(Bersambung)

Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya. (Anonim)

October 19, 2010 at 11:02 am 2 comments

Older Posts Newer Posts


November 2017
M T W T F S S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archives

Recent Posts