Cinta Fitria (Episode #27): Pray-Boy

January 8, 2011 at 4:07 pm 9 comments

“Must, kemarin kamu bilang apa? Kekuranganku cuma satu?” tanya Anas tiba-tiba.

“Iya, kurang ajar”

“Maksudmu?” tanya Anas dengan nada tinggi tanda tak terima.

“Terima saja, itu sudah menjadi garis tangan” kataku.

Sebenarnya tidak adil juga mengatakan Anas demikian. Tapi mau gimana lagi, image yang diciptakan sendiri emang begitu. Anas anak yang baik, aku kenal dia lebih dari tiga tahun. Namun, ada satu hal yang sulit diubah di tempat kerja kami, image.

Kami bekerja di bagian yang menangani kehumasan. Satu hal yang menjadi keahlian orang-orang humas yaitu mengenai pencitraan. Mereka dituntut bisa mencitrakan unit organisasi di tempatnya bekerja sesuai dengan visi organisasi tersebut. Berbekal pengalaman akan hal itu, maka tak heran bila mereka pun pandai mencitrakan diri sendiri. Hal itulah yang juga berlaku di tempat kami. Bahkan, beberapa orang pun suka dan memang ahli berperan dalam mencitrakan orang lain—selanjutnya kita sebut dengan pembunuhan karakter.

Anas adalah salah satu korban pencitraan. Bagaimana tidak? Image kurang baik yang melekat pada dirinya masih tetap terjaga sampai sekarang. Dulu dia pernah mempopulerkan dirinya sebagai pray-boy. Dengan bantuan seorang teman dia membuat suatu blog khusus untuk mempopulerkan dirinya. Namun, siapa sangka malang tak dapat ditolak, untung tak boleh diraih, hal itu menjadi boomerang bagi dirinya. Bukan hanya karena dia yang kurang fasih melafalkan, kemungkinan memang tampangnya juga sudah mendukung. Seperti anak kecil yang baru belajar ngomong, belum bisa mengeja huruf abjad secara lancar. Apalari kalau disuruh melafalkan abjad yang sulit seperti r (er), maka akan dilafalkan sebagai l (el). Kita menyebutnya dengan istilah cadel. Maka teman-teman Anas tiba-tiba menjadi cadel bila harus menyebut Anas sebagai pray-boy.

Sudah aku ceritakan di depan bagaimana tingkah laku Anas ketika melihat wanita cantik berjalan di depannya, bagaimana sikap Anas bila satu lift dengan wanita cantik, bagaimana reaksi Anas bila melihat wanita cantik di mall dan tempat umum lainnya. Hal itulah yang menjadi modal pendukung bagi Anas untuk terus menyandang gelar barunya. Namanya juga korban pencitraan, ada korban berarti ada juga pelakunya. Kalau kata Bang Napi kejahatan itu bukan semata-mata karena niat pelakunya, tetapi bisa juga karena ada kesempatan. Maka pihak korban terkadang tanpa sadar telah menyeret dirinya ke dalam tindak kejahatan.

Ketika Anas mendapat tugas keluar kota temen-temennya selalu berpesan: Nas, ingat yang di rumah, kalau macem-macem aku bilangin lho. Kalau aku beda lagi pesan yang aku berikan. Misalnya saat Anas bertugas melakukan kegiatan peliputan di Bandung yang pesertanya anak-anak SMA di sana, tidak cukup menurutku kalau hanya berpesan : Nas, ingat yang di rumah, makanya aku bisanya menambahkan: Nas, ingat yang di rumah, ingat yang di kantor, ingat yang di kampus, ingat yang di kampung.

“Bukan begitu Nas, yang penting sekarang kan kamu tahu apa kekuranganmu. Kata bos, kita harus tahu apa kelebihan dan kekurangan kita masing-masing. Dan carilah pasangan seseorang yang bisa menutupi apa kekuranganmu. Misalnya kamu seorang yang cerewet, carilah seorang yang mau mendengar semua ocehanmu. Bila kamu hobi makan, carilah pasangan yang hobi masak. Andaikan kamu kurang tinggi, carilah pasangan yang tinggi biar tak perlu jinjit bila harus mengganti lampu. Begitu juga misalnya kamu merasa kurang cakep, carilah pasangan yang cakep biar ada harapan untuk keturunanmu. Haha…”

“Berarti kalau aku kurang ajar harus nyari pasangan seorang dosen?”

“Bukan! Guru karate”.

(Bersambung)

Advertisements

Entry filed under: Cinta Fitria.

Cinta Fitria (Episode #26): Sajak Cinta untuk Fitria

9 Comments Add your own

  • 1. satra  |  January 8, 2011 at 5:54 pm

    hahaha… tambah jatuh image Anas. kejammm

    Reply
    • 2. mustphar  |  January 8, 2011 at 10:32 pm

      gak juga, di sana justru dijelaskan bahwasanya Anas termasuk korban pembunuhan karakter. Dengan inilah image Anas diperbaiki. Jadi yang selama ini orang berpikiran demikian, akan tahu bahwa Anas tidak seperti apa yang mereka pikirkan.

      Reply
      • 3. cuwy  |  January 9, 2011 at 8:14 pm

        hohoho…lanjutGan… v^^

      • 4. mustphar  |  January 9, 2011 at 11:36 pm

        siap ndan 😀

  • 5. anik  |  January 10, 2011 at 7:39 am

    a great picture of us… eh iya gitu?????

    Reply
  • 6. mustphar  |  January 10, 2011 at 9:35 am

    iyo mbak 😀

    Reply
  • 7. jim  |  January 20, 2011 at 8:48 am

    rupanya kali ini episode tentang pembunuhan….. menyeramkan 😀

    Reply
  • 8. klozee  |  January 31, 2011 at 9:46 am

    klo hobi dijajanin cari yg gmn donk must….

    Reply
  • 9. Miss Fenny  |  March 4, 2014 at 4:40 am

    wkwkww prayboy jadi playboy 😛

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


January 2011
M T W T F S S
« Dec    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Recent Posts


%d bloggers like this: