Cinta Fitria (Episode #26): Sajak Cinta untuk Fitria

January 3, 2011 at 5:09 pm 18 comments

demi cintaku padamu,
‘kan ku tembus langit tak berujung
‘kan ku jelajahi penjuru bumi

demi kau bahagia,
‘kan kudaki Gunung Himalaya
‘kan kulintasi Gurun Sahara
‘kan kusebrangi Samudra Hindia

Itu sms bait puisi yang dikirimkan Anas untuk Fitria tadi pagi. Setiap hari Anas berusaha bangun lebih pagi. Dia selalu mengirimkan kata-kata kepada Fitria dengan tujuan saat Fitria membuka mata, yang pertama kali dibaca adalah sms darinya. Bahkan sekedar ucapan selamat pagi tak pernah absen diucapkan kepadanya.

Raguku kau bisa buatku bahagia

Itu balasan sms yang didapat Anas dari Fitria, tak seperti yang di duga sebelumnya. Akhirnya dia memberanikan diri menanyakannya kenapa Fitria meragukan dirinya untuk membuat Fitria bahagia. Fitria menjawab pertanyaan Anas dengan mengirimkan sebait puisi.

Bagaimana bisa aku bahagia?
Saat pagi kubuka mata, mungkin kau di tengah samudera
Saat rindu seketika ingin jumpa, kau tengah melintasi gurun sahara
Setiap hari aku sendiri, karena kau jelajahi penjuru bumi

****

Pagi itu seperti biasa aku, Anas dan temen-temen se-gank sarapan di warung makan pojok. Di situ Anas menceritakan semuanya kepaku tentang sms-nya kepada Fitria tadi pagi. Sebenarnya aku pengen ketawa tetapi tak tega melihat wajah Anas yang memelas. Akhirnya, aku membiarkan dia melanjutkan ceritanya, melontarkan sedikit penyesalan akan dirinya.

“Must, menurutmu kata-kataku tadi gombal gak?”

“Gombal banget”

“Tapi, bukankah cewek seneng digombalin?”

“Kalau tidak boleh dibilang semua, sebagian besar cewek emang suka digombalin. Gombal kan biasanya identik dengan pujian atau pun sanjungan. Pada dasarnya semua orang suka dipuji, tidak hanya cewek”.

“Tapi Fitria kok gak suka kayaknya?”

“Jangan salahkan teori, masalahnya kan kita gak tau Fitria cewek atau bukan. Haha…”

“Dasar lo”.

“Begini, itu kan hanya reaksinya saja. Senang atau tidak kan masalah hati. Bisa saja dia suka tapi mengekspresikan seperti marah atau pun ekspresi lainnya. Atau mungkin benar dia memang tidak suka kamu kirimin kata-kata demikian, dan kalaupun dia tidak suka itu  sah-sah saja. Tidak salah, tidak juga aneh. Orang bebas suka atau tidak akan suatu hal, tidak ada yang nglarang.”

“Menurutmu aku kurang apa?”

“Kurang apa ya? Kayaknya gak ada yang kurang. Cakep… sudah, pinter… apa lagi, baik hati, suka menolong, rajin menabung. Hmmm, menurutku kamu kurangnya cuma satu”.

“Kurang apa must?”

“Kurang ajar!”

Aku tak bisa melihat bagaimana ekspresi Anas ketika aku menjawabnya demikian, aku langsung sembunyi di kolong meja, takut dilempar gelas, piring atau semacamnya. Tak enak juga ngeledekin Anas terus-terusan.

“Nas, sini pinjem HP-mu”

“Buat apa?”

“Aku bantu ngomong sama Fitria.”

“Lho, bukannya HP-ku kamu bawa. Kemarin kan kita tukeran HP pas pulsaku habis”.

“Lah? Yang kamu pakai buat SMS Fitria tadi HP-nya siapa?”

“Oh, iya. HP-mu berarti. Haha…”

“Wah, kacau kamu. Ya sudah, mana HP-ku? Sini!”

Aku menuliskan sebaik sajak untuk Fitria, melanjutkan puisi yang tadi pagi dikirimkan oleh Anas.

Ada bait yang hilang dari sajakku pagi tadi
Kan kubawa serta dirimu ke manapun aku pergi
Dengan suka atau terpaksa

(Bersambung)

Advertisements

Entry filed under: Cinta Fitria.

Cinta Fitria (Episode #25): Humoris, Puitis dan Romantis Cinta Fitria (Episode #27): Pray-Boy

18 Comments Add your own

  • 1. Ririsuchan  |  January 3, 2011 at 5:21 pm

    *Hemh, akhirnya dengan terpaksa aku menulis komen.

    If i could, if i would
    i’ll go wherever you will go
    Way, way up high or down low
    I’ll go wherever you will go.

    Semoga itu ya, jawabannya si Fitria :DD

    Reply
    • 2. mustphar  |  January 3, 2011 at 10:21 pm

      *akhirnya dengan terpaksa aku membalas komenmu lis…

      Hmmm….

      Reply
  • 3. Cinta-Fitri  |  January 3, 2011 at 5:25 pm

    mantab!!!!! hebat ya penulis bisa menghayalkan puisi untuk dikirim plus jawaban balik nya, hehe

    Reply
    • 4. mustphar  |  January 3, 2011 at 10:24 pm

      mewakili penulis saya mengucapkan terima kasih, hehe….

      baru belajar, biar dikit-diki bisa ngegombal 😀

      Reply
      • 5. cuwy  |  January 9, 2011 at 8:16 pm

        ah yg bener mas?bukane mas must ki master e???

        pizzzz… v^^

      • 6. mustphar  |  January 9, 2011 at 11:31 pm

        bukan, masih sangat jauh untuk bisa dibilang master.
        aku kan gak pandai pelajaran antariksa, gak juga ahli pelajaran geografi 😀

  • 7. nn  |  January 3, 2011 at 5:27 pm

    anas banget

    Reply
    • 8. mustphar  |  January 3, 2011 at 10:38 pm

      ayo dukung anas 😀

      Reply
  • 9. klozee  |  January 3, 2011 at 5:49 pm

    jgn2 anas ngirimnya salah kali, ke mbak nob…

    Reply
    • 10. mustphar  |  January 3, 2011 at 10:28 pm

      eh, bentar aku cek dulu ya tux, kan ngirimnya pake HP-ku…
      iya salah kirim dia, masa dikirim ke no. 085691054***
      itu kan nomernya mbak nob a.k.a. nn a.k.a. novita 😀

      Reply
  • 11. Fifi  |  January 3, 2011 at 10:15 pm

    iyoo..anas banget…sering dicuekin cewek….hahaha…

    Reply
    • 12. mustphar  |  January 3, 2011 at 10:39 pm

      wah, anas menang polling iki, kapan makan2 neh? 😀

      Reply
  • 13. satra  |  January 3, 2011 at 10:22 pm

    hahahaha… sweet to hell
    kayaknya kata2 memang bisa bikin melayang…
    biasanya kalau sudah melayang kaya gitu, tinggal dibanting.
    biar sakit sekalian.
    smackdown style

    Reply
    • 14. mustphar  |  January 3, 2011 at 10:37 pm

      hahaha…. satra banget iku gayane: smackdown style

      Reply
  • 15. arif muss  |  January 4, 2011 at 8:29 pm

    baru nyempetin baca episode #26, ciehh gayanya.
    kisah cintanya tokoh “mustphar” kok belom pernah diceritain ya? apa aku yang kelewatan.
    walaupun tokoh pendukung (padahal yang bikin cerita), tapi seharusnya tetep punya kisah cinta yang bisa diceritakan, hehehehe.
    :ngacir

    Reply
    • 16. mustphar  |  January 4, 2011 at 11:43 pm

      Hmmm… bisa saya jelaskan begini: Ada cukup banyak alasan–yang dibuat-buat–mengapa kisah cintanya tokoh mustphar tidak diceritakan di sini:

      1. Mustphar baru pertama kali bikin tulisan seperti ini, istilahnya baru coba-coba. Prinsipnya jangan pernah gunakan diri sendiri sebagai kelinci percobaan.

      2. Butuh bernovel-novel untuk mengisahkan kisah cintanya penulis–andai punya kisah cinta–sehingga tidak memungkinkan bila dititipkan dalam cerita ini.

      3. Alasan utama yang sebenarnya. Pada sebagian orang–sesuai yang penulis pelajari–ada suatu alasan utama yang disembunyikan ketika melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang menuntut dirinya mengemukakan alasan kepada orang lain mengapa dia harus melakukan/tidak melakukannya. Jadi kadang mereka membuat alasan yang dirasa logis untuk menutupi alasan utama tersebut.
      Jadi intinya, kedua alasan tersebut belum tentu alasan utama penulis tidak menceritakan kisah cintanya dalam tulisan ini.

      Terima kasih

      Reply
  • 17. kangpandoe  |  January 4, 2011 at 10:38 pm

    akhirnya aku paham gaya tulisanmu must, wuapik tenan….
    ndi kih anas e ra ketho’?

    Reply
    • 18. mustphar  |  January 4, 2011 at 11:44 pm

      terima kasih kangpandoe sudah menyempatkan membaca blog saya.
      Anas lagi persiapan untuk episode selanjutnya…. 😀

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


January 2011
M T W T F S S
« Dec    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Recent Posts


%d bloggers like this: