Cinta Fitria (Episode #25): Humoris, Puitis dan Romantis

December 19, 2010 at 4:39 pm 17 comments

Malam itu sebelum tidur Anas mengirimkan SMS kepada Fitria. Entah dari mana dia bisa mendapatkan nomor HP Fitria, yang jelas hal itu bukanlah sesuatu yang sulit bagi seorang Anas. Untuk menarik perhatian Fitria tentunya, seperti yang pernah dilakukan Anas pada cewek yang pernah menjadi incarannya sebelumnya. Biasanya dia akan mengirimkan puisi ataupun kata-kata yang dirasa bisa menyentuh hati cewek itu. Seperti teori Anas yang pernah dikatakan kepadaku bahwasanya cewek itu suka pada cowok yang puitis. Itu menurut pengalaman Anas.

Anas mengetikkan sesuatu dengan keypad handphone-nya. Setelah dirasa cukup dia mengirimkannya kepada Fitria.

“Layaknya bintang di langit, kau beri cahaya yang menyejukkan kalbu. Jadilah bintang dan aku akan menjadi bulan yang selalu setia kepadamu”

Sambil harap-harap cemas menunggu balasan SMS dari Fitria, Anas membuka-buka status facebook Fitria dan juga teman-temannya dan memberikan komentar bila dirasa perlu. Anas memang jagonya bikin kata-kata. Gak tahu bagus atau tidak, yang jelas selama ini dia selalu sukses dengan apa yang direncanakannya.

Jadi teringat waktu masih muda dulu, gara-gara jatuh cinta, aku yang biasanya biasa saja jadi mahir merangkai kata-kata, jadi ahli bikin puisi. Mendadak pujangga. Tiap hari aku bisa merangkai hingga berpuluh pulung puisi untuk sang pujaan hati. Benar kata orang bahwa energi cinta memang tidak ada duanya. Jangankan puisi, cerpen pun bisa aku tulis dalam sehari, padahal sebelumnya tidak ada bakat mengarang sedikitpun. Walapun aku juga tidak yakin puisiku bagus atau tidak yang jelas cinta bisa merubah segalanya, termasuk soal bikin puisi aku telah menulis ribuan puisi untuk sang pujaan hati, walaupun sampai saat ini aku merasa masih terlalu berharga untuk aku kirimkan kepadanya. Begitu juga bila bertemu dengan sang pujaan hati, entah energi dari mana, tiba-tiba ribuan bait puisi bertebaran di benakku. Namun tak sebait pun bisa kutangkap, tak sebaris pun mampu kuungkap. Akhirnya ku pilih puisi lamaku: Diam adalah Puisiku.

Dering telepon terdengar dari HP anas tanda ada SMS masuk. Seketika pikiran Anas langsung menebak pasti balasan SMS dari Fitria. Ternyata benar.

“Bulan selalu setia pada seribu bintang”.

Agak bingung Anas membaca balasan SMS dari Fitria. Tak menyangka dia akan mendapat balasan seperti itu. Anas berpikir keras. Karena belum dapat ide, dia mengirimkan sms dia ke Fitria dan sms balasan dari Fitria kepada sahabatnya, Mustphar, barangkali bisa membantu.

Seribu bintang menunggu kehadiran bulan, hanya satu bintang yang selalu dirindukannya”.

Itu kalimat yang dikirimkan oleh mustphar. Tanpa pikir panjang, Anas mem-fordward SMS dari mustphar ke nomornya Fitria. Berapa detik kemudian, datang balasan dari Fitria.

“Bintang akan selalu bersinar tanpa adanya bulan, bintang tak butuh cahaya bulan”.

Selanjutnya seperti tadi, dia forward SMS Fitria ke mustphar. Mustphar mengutip bait lagu Padi yang berjudul “Kasih Tak Sampai”–dengan maksud menyindir Anas– kemudian mengirimkannya kepada Anas agar diteruskan ke Fitria untuk membalas smsnya.

“Tetaplah menjadi bintang di langit, agar cinta kita akan abadi…”

Anas misuh-misuh mendapat saran seperti itu dari mustphar, betapa itu dirasa meremehkannya. Akhirnya Anas tidak jadi membalas SMS Fitria, dia memikirkan cara lain. Dan Anas tak akan berhenti sampai di situ.

Akhirnya aku berkesimpulan bahwa tidak semua cewek suka dengan cowok yang puitis, romantis ataupun humoris. Mungkin pada dasarnya semua suka tapi tidak dengan cara seperti itu. Puisi misalnya, tidak semua cewek suka dikirimi puisi. Kalau dasarnya dia emang suka kepadamu mungkin jadi tambah suka bila kamu kirimkan puisi kepadanya, tapi kalau tidak ada rasa apa-apa tiba-tiba kamu kirimkan puisi mungkin dia malah akan ilfil, dan menjauh kepadamu, karena merasa tidak nyaman. Jadi bukan karena puisinya, tetapi siapa yang mengirimkannya.

Seperti halnya cowok romantis tak selalu disukai cewek. Cewek memang suka bila menpatkan perlakuan yang romantis, tetapi dari pasangannya. Jika baru kenal trus kamu melakukan hal-hal yang romantis kepada seorang cewek, bisa-bisa kamu dilempar sendal atau diceburkan ke dalam got.

Begitu juga dengan cowok humoris akan mendapat tempat tersendiri di hati cewek. Itu yang aku pelajari selama ini. Asal bila membuat homur jangan humor yang jorok, tetapi buatlah humor yang intelek.

Teman-teman mungkin masih inget, dulu aku pernah mengatakan bahwasanya pria yang cerdas itu disukai oleh wanita. Dan pria yang humoris, puitis ataupun romantis ini menurutku termasuk kategori pria yang cerdas. Maka saya akan mengatakan bahwa Raditya Dika, penulis buku “Kambing Jantan, Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh” adalah orang yang cerdas, walaupun menyebut dirinya sendiri pelajar bodoh, dan orang-orang menyebutnya Radit bego. Dengan nada yang sama, saya menyebut Tukul Arwana–yang dulu pernah menjadi presenter Empat Mata di salah satu televisi swasta–juga sebagai seorang yang cerdas walaupun terkenal dengan katrok dan ndeso-nya. Tak mudah membuat orang lain tersenyum, apalagi tertawa, dan mereka dengan lelucon segar mampu melakukan hal itu.

Maka puisikanlah kata hatimu, puitiskanlah kata-kata cintamu. Puisi bukan gombal. Puisi dari hati, gombal dari sampah. Puisi menyentuh hati, gombal mengundang tawa.

(Bersambung)

Advertisements

Entry filed under: Cinta Fitria.

Cinta Fitria (Episode #24): Teori Tentang Wanita Cinta Fitria (Episode #26): Sajak Cinta untuk Fitria

17 Comments Add your own

  • 1. SBP  |  December 19, 2010 at 5:37 pm

    seindah kata kata di ujung malam,
    yang bersemayam,
    yang lirih terucap
    Untuk hidup yg bukan untuk saat ini saja
    Thats good story

    Reply
    • 2. mustphar  |  December 20, 2010 at 7:11 pm

      wew… puisi andalanmu iku jon 😀

      Reply
  • 3. kiky habiba  |  December 20, 2010 at 1:12 pm

    wah, jangan2 si penulis cinta fitria ini lg jatuh cinta berat juga ya. buktinya ga cm puisi atw cerpen, tapi novel cinta fitria berhasil ditulis 😀

    Reply
    • 4. Fitria  |  December 20, 2010 at 1:59 pm

      bener banget Ki….gek ngerti po????hahahahha… 😛

      Reply
      • 5. mustphar  |  December 20, 2010 at 7:12 pm

        kalau hanya ingin menulis novel Cinta Fitria, gak perlu jatuh cinta juga selesai 😀

  • 6. kiky habiba  |  December 20, 2010 at 4:30 pm

    @fifi: wah, ane gak tau gan, bisikin dong gan siapa orangnya… PM ajah ya ;D

    Reply
    • 7. mustphar  |  December 20, 2010 at 7:09 pm

      kalau nulisnya Cinta Kiky mungkin lagi jatuh cinta sama Kiky, kalau nulisnya Cinta Fitri bisa jadi lagi jatuh cinta sama Fitri, tapi kalau nulisnya Cinta Fitria belum tentu dia jatuh cinta sama Fitria… 😀

      Reply
  • 8. anik  |  December 21, 2010 at 7:36 am

    jadi teringat waktu masih muda dulu, gara-gara jatuh cinta, aku yang biasanya biasa saja jadi mahir merangkai kata-kata, jadi ahli bikin puisi. Mendadak pujangga. (bukannya sampe sekarang masih kayak gini? wah petunjuk baru kalo ada yang lagi jatuh cinta beratttttt nechhhhh…) mangtabs bro! keep the faith!

    Reply
    • 9. nanma  |  December 23, 2010 at 2:14 pm

      mungkin masih disimpan di dalam hati
      mencari saat yang tepat
      mengungkap akan cintanya…

      -ndak iyo must?-
      tebakan masih sama

      Reply
  • 10. klozee  |  December 24, 2010 at 9:33 pm

    lha iki penulise masuk kategori opo??pintar po cerdas….

    Reply
    • 11. mustphar  |  December 24, 2010 at 9:35 pm

      mudah2an keterima di cerdas 😀

      Reply
  • 12. cuwy  |  December 27, 2010 at 10:51 am

    cowok romantis = cowok yg pandai pelajaran antariksa

    bener g mas???

    ^_^’

    Reply
    • 13. mustphar  |  January 2, 2011 at 11:54 pm

      hahaha…. bener banget, setuju 😀

      Reply
  • 14. Cinta-Fitri  |  January 3, 2011 at 5:31 pm

    Hmmm, mengingatkan aku pada jawaban yang seseorang berikan padaku saat aku bilang “bintang membutuhkan bulan untuk tetap bersamanya menerangi malam”…… dan si “bulan” nya jawab gitu ….“Bintang akan selalu bersinar tanpa adanya bulan, bintang tak butuh cahaya bulan”…. dan ku terusin jawaban si “Bulan” itu “…karena bintang akan tetap bersinar walaupun tanpa bulan disampingnya….”

    -itu sepenggal kisah asmara waktu SMA-

    Reply
    • 15. mustphar  |  January 3, 2011 at 10:45 pm

      Hmmmm… curcol nih…
      btw bagus juga kisah cintanya, mungkin kalau diceritakan bisa bernovel-novel… 🙂

      Reply
  • 16. satra  |  January 3, 2011 at 10:25 pm

    mas par kie klebu puitis, humoris apa romantis?
    apapun itu, pokoke minumnya teh botol sosro

    Reply
    • 17. mustphar  |  January 3, 2011 at 10:41 pm

      kayaknya masuk ketiga2nya, walaupun dikit, haha….

      wah, ngiklan iki. mboten pareng

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


December 2010
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Recent Posts


%d bloggers like this: