Cinta Fitria (Episode #23): Bakat Fotografer

December 9, 2010 at 5:56 pm 14 comments

Perlu aku ceritakan bahwa Anas memiliki suatu kebiasaan bila melihat wanita cantik. Memang sama dengan laki-laki normal pada umumnya bila ada wanita cantik pasti ingin memperhatikan. Tapi Anas ini berbeda, maksudnya berbeda dalam cara memperhatikannya. Kalau bisa aku gambarkan begini, bila Anas misalnya lagi nongkrong bareng teman-temannya di pinggir jalan, tiba-tiba lewatlah di depan mereka seorang wanita cantik, dengan pakaian yang menarik mungkin bagi sebagian orang, maka semua teman-teman Anas ini akan melihat Anas, bukan melihat wanita tersebut. Mereka justru lebih milih melihat Anas melihat wanita itu. Jadi lebih menarik Anasnya untuk dilihat daripada wanita tadi.

Sejak awal bekerja di kantor kami, Anas diberi posisi sebagai fotografer. Posisi yang keren bagi sebagian orang, tapi tidak untuk di kantor kami. Suatu pekerjaan yang melelahkan kalau kata Anas. Namun, menurutku itu posisi yang tepat untuk dia–sekali lagi aku berteori. Bagaimana tidak, seorang fotografer selain harus pandai memotret atau mengambil gambar suatu obyek, menurutku harus memiliki beberapa kemampuan tambahan. Yang pertama adalah kemampuan mengenali dan memilih obyek, nah ini adalah kamampuan alami yang dimiliki oleh Anas. Jika misalnya ada wanita cantik seperti yang aku katakan tadi, Anas memiliki kemampuan cepat untuk menerima sinyal andaikan wanita cantik tadi diibaratkan sebagai sebuah sinyal. Seperti dalam komunikasi maka Base Transceiver Station (BTS) Anas adalah yang paling bagus sebagai penerima sinyal.

Yang kedua adalah kemampuan mengambil angle of view atau sudut pandang dalam mengambil obyek foto. Hal ini juga tak kalah apik dimiliki oleh Anas berupa kemampuan untuk berada ditempat yang tepat, duduk atau berdiri di posisi yang tepat, mengambil jarak yang sesuai untuk bisa mengamamati, melihat ataupun memandangi wanita cantik yang berada pada suatu tempat, suatu pesta atau bahkan saat berjalan di keramaian di mall, pasar ataupun di terminal.

Yang ketiga adalah kemampuan mengatur obyek. Seorang fotografer harus bisa mengarahkan, mengatur gaya ataupun pose berfoto dari obyek ataupun model yang akan diambil gambarnya. Dalam hal ini Anas diakui paling jago. Sekedar mengucapkan “Mbak lebih anggun deh kalau difoto di atas meja itu” atau “Pohon itu tampak lebih angker kalau Mbak foto di situ” adalah cara mengarahkan seorang wanita yang baru ditemuinya untuk bisa diambil fotonya ataupun kalau ingin foto bersamanya. “Mbak cantik banget kalau difoto kayak sang putri, sayang gak ada pengeran di sampingnya”. Gombal.

Yang keempat adalah timing atau saat mengambil foto yang tepat. Orang bilang dalam dunia fotografi timing adalah segalanya. Timing yang bagus membuat foto objek yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa, dan timing yang buruk membuat foto objek yang luar biasa menjadi biasa-biasa saja. Timing sangat penting saat mengambil foto aksi, seperti olahraga, satwa liar dan  fotografi jalanan. Berlaku untuk fotografer pemandangan, konon saat terbaik untuk mengambil foto pemandangan adalah 30 menit sebelum matahari terbit dan 30 menit sesudah matahari terbenam.

Dalam hal timing kemampuan Anas tidak diragukan lagi. Dapat aku ceritakan begini, jika misalnya dalam suatu mall dari lantai pertama Anas ingin naik ke lantai lima melalui eskalator dalam tiap lantai. Tiba-tiba di belakangnya terlihat wanita cantik yang memakai rok mini, maka Anas akan berhenti sebentar sambil pura-pura melihat jam atau apapun yang dipajang di toko samping eskalator. Kemudian membiarkan wanita tersebut naik eskalator mendahului dirinya. Nah disini timing diperlukan, maka dia akan mengikuti di belakangnya pada jarak yang diperkirakan tepat, tidak terlalu dekat namun juga tidak terlalu jauh. Nanti kalau teman-teman pas naik eskalator coba pikirkan sendiri, seberapa jarak yang pas yang aku maksud tadi. Sebuah timing yang sempurna bukan? Adapun kalau naik lift, dan kebetulan bareng wanita cantik, dia kan menjadi the right man on the right place, orang yang tepat berada di sebelah kanan.

Yang kelima adalah lighting atau pencahayaan. Sebuah foto akan tampak indah jika mendapat cahaya yang sesuai. Mungkin hal ini yang masih luput dari perhatian Anas. Nanti akan aku sarankan agar dia membawa lampu senter kemana-mana. Barangkali suatu saat dia akan memerlukannya.

(Bersambung)

Advertisements

Entry filed under: Cinta Fitria.

Cinta Fitria (Episode #22): Budaya Berteori Cinta Fitria (Episode #24): Teori Tentang Wanita

14 Comments Add your own

  • 1. cuwy  |  December 9, 2010 at 6:49 pm

    wiiiiih….

    yang timing itu tu…saya pernah jadi saksinya mas…
    BTSnya emang gak diragukan lg,ckckckck…..

    Reply
    • 2. mustphar  |  December 10, 2010 at 10:04 pm

      haha… mungkin bisa dishare kepada pembaca bagaimana ceritanya? 😀

      tapi sinyalmu tetap yang paling bagus ditangkap Wy’ sama BTSnya Anas 🙂

      Reply
      • 3. penakhluk seorang penakhluk wanita  |  December 27, 2010 at 10:38 am

        hahaha…sip-sip…nanti crita2 lg ttg pembunuhan karakter itu.hoho

      • 4. mustphar  |  January 2, 2011 at 11:49 pm

        haha… siip. ditunggu info berikutnya

  • 5. Pangeran Cinta  |  December 9, 2010 at 11:25 pm

    keren =) kalau aku bisanya googling ^^’)

    Reply
    • 6. mustphar  |  December 10, 2010 at 10:10 pm

      mungkin pengalaman googlingmu juga tak kalah keren…

      kepada pembaca kami beritahukan bahwa sang Pangeran Cinta ini adalah rajanya googling, di dunia maya bahkan di dunia nyata. Googling apakah? Namanya juga Pangeran Cinta, yang digoogling gak jauh-jauh dari c.i.n.t.a. Semoga nanti ada kesempatan untuk bisa menceritakan sebagian kisahnya di sini…

      ^^v

      Reply
  • 7. Cinta-Fitri  |  December 10, 2010 at 9:27 am

    tokoh “Anas” berarti saingan ma Justin Bieber yah, yang les kepribadian supaya bisa menarik perhatian banyak orang,,

    Reply
    • 8. mustphar  |  December 10, 2010 at 10:12 pm

      mungkin, tapi tokoh Anas gak perlu les kepribadian, karena kepribadiannya telah terbentuk…

      #tak belo Nas 😀

      Reply
  • 9. nanma  |  December 10, 2010 at 9:37 am

    bisa nambah wawasan ni, dari kisahnya, teorinya, juga tekniknya…

    belajar berteori ah..

    Reply
    • 10. mustphar  |  December 10, 2010 at 10:12 pm

      monggo silakan, sekedar share aja, semoga bermanfaat 🙂

      Reply
  • 11. anik  |  December 14, 2010 at 10:54 am

    Jadi lebih menarik Anasnya untuk dilihat ………
    what a comment Par!

    BTS? wah nambah ilmu meneh ki Must!

    Reply
    • 12. mustphar  |  December 17, 2010 at 7:33 am

      lebih menarik aksinya Anas mbak 😀

      Reply
  • 13. klozee  |  December 24, 2010 at 9:21 pm

    fitrianya manaaaa……

    Reply
    • 14. mustphar  |  January 2, 2011 at 11:50 pm

      Fitrianya ngumpet di kolong meja 😛

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


December 2010
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Recent Posts


%d bloggers like this: