Cinta Fitria (Episode #18): Putri Indonesia

November 10, 2010 at 8:19 am 18 comments

Lewat tengah malam aku masih belum memejamkan mata. Ku buka email barangkali ada email baru yang masuk. Seperti biasa ada email yang mengomentari tentang Cinta Fitria, sebuah tulisan bersambung yang aku tulis di blogku. Banyak yang memberikan komentar, saran maupun pertanyaan. Rata-rata bilang tulisanku lucu, mudah dicerna, gak ruwet dan sesuai zaman. Namun, ada beberapa pertanyaan dari pembaca setia Cinta Fitria yang ingin aku jawab melalui tulisan ini.

Yang paling sering jadi pertanyaan adalah siapa sih Fitria itu? Penasaran, seperti apa dia? Kalau boleh aku jawab dengan cerita, pasti temen-temen masih ingat dulu aku berjanji akan menceritakan tentang cita-cita Fitria waktu kecil. Seperti anak kecil lainnya, semua pasti punya cita-cita kalau besar pengen jadi apa. Aku dulu punya cita-cita pengen jadi dokter. Ternyata jadi dokter itu tidaklah segampang yang aku pikir dulu, makanya setelah gede aku ganti cita-cita. Jadi insinyur? Bukan! Cari istri seorang dokter. 🙂

Sejalan denganku, waktu masih kecil Fitria punya cita-cita pengen jadi puteri Indonesia. Sebuah cita-cita yang luar biasa bukan? Bukan. Apa pun cita-cita seseorang, sebisa mungkin akan berusaha mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya, kalaupun tidak bisa tercapai secara sempurna, paling tidak mendekati. Toh akhirnya Fitria tidak bisa menjadi puteri Indonesia karena sesuatu dan lain hal, dia tetap merasa sebagai puteri Indonesia tanpa audisi dan seleksi. Dia tetap seorang puteri bagi pangerannya. Putri Indonesia yang berbakti pada nusa, bangsa dan negara.

Ingin aku tampilkan gambarnya Fitria di sini tapi takutnya nanti akan diedit oleh editor. Di-edit kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa indonesia menjadi disunting. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disunting maknanya sama dengan dilamar. Kalaupun dibiarkan oleh editor, takutnya nanti malah mengecewakan temen-temen semua. Tidak seperti yang temen-temen harapkan, jauh dari yang temen-temen bayangkan. Oleh karena itu aku lebih suka menggambarkannya dengan kata-kata. Jujur saja, aku tidak begitu ahli dalam photoshop.

Pertanyaan berikutnya adalah mengenai alur cerita, awalnya Adi dan Aan dikisahkan tidaklah begitu suka sama Fitria, tapi kenapa Adi bisa patah hati berat setelah ditolak cintanya oleh Fitria, dan begitu juga Aan, mengapa berjuang mati-matian ikut tes. Sebenarnya karena ini cerita bersambung maka jawaban pertanyaan tersebut akan ada dalam episode selanjutnya. Aku ingin menuliskan cerita tersebut lebih detail dalam sebuah novel. Untuk itu aku ingin belajar tentang cara menulis novel.

Tiga minggu yang lalu, aku ke toko buku dan membeli tiga buah novel sekaligus. Mungkin cukup aneh bagi orang yang tidak hoby membaca novel sepertiku membeli novel, apalagi dalam jumlah lebih dari satu. Aku ingin mempelajari mengenai cara menulis novel, itulah alasannya walaupun sampai saat ini belum sempat aku baca, lebih tepatnya malas baca. Aku mengambil contoh tiga novel untuk aku baca, yang pertama, novel karya penulis yang terkenal yang belakangan ini menulis novel baru dan best seller. Kedua, novel yang biasa saja menurutku, ditandai dengan jumlah halamannya yang banyak sehingga cukup tebel dengan harga yang relatif murah. Yang ketiga, novel yang masuk kategori novel yang bercerita lucu atau kocak.

Aku bermimpi ingin menulis sebuah novel, tak peduli ada penerbit yang mau menerbitkan atau tidak, ada orang yang mau membaca atau tidak. Setidaknya aku pernah menulis sebuah novel. Seperti Cinta Fitria ini, semoga nanti bisa menjadi kado pernikahan Fitria di tahun depan. Fitria yang telah aku anggap sebagai kakakku sendiri, ya aku memang adik kelasnya. Walaupun kami selalu beda pendapat, apa pun itu—tak peduli benar atau salah—pasti selalu ditentang kalau yang menyampaikan aku, tetapi dia akan selalu membela aku jika ada yang menghina atau menyakiti aku. Semoga aku bisa menuliskan sebagian kisahnya di sini.

Dan nantinya jika novelku telah terbit, komentar dari Andre Hairata akan aku pasang di cover bagian depan. “Luar biasa, industri penulisan di Indonesia telah memasuki babak baru, seperti industri musik saat ini. Dengan mudahnya penerbit menerbitkan karya penulis baru yang tidak jelas kualitasnya”.

(Bersambung)

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan. (Anonim)

Advertisements

Entry filed under: Cinta Fitria.

Cinta Fitria (Episode #17): Awal yang Sempurna Cinta Fitria (Episode #19): Selamat Tinggal, Patah Hati!

18 Comments Add your own

  • 1. irma dj  |  November 10, 2010 at 3:19 pm

    mana lanjutan cerita cinta fitrianya???
    ni malah curhat sendiri..
    ga ganti judul jd “narsis” kan?? hehe..

    Reply
    • 2. mustphar  |  November 11, 2010 at 3:31 pm

      sabar…
      itu kan juga nyeritain Fitria, dan juga tokoh “aku”

      Reply
  • 3. ririsuchan  |  November 10, 2010 at 3:56 pm

    selamat membuat novel, aku dapet gratisannya kan??

    Reply
    • 4. mustphar  |  November 11, 2010 at 3:30 pm

      makasih, semoga segera terwujud. 🙂

      Reply
  • 5. fairuzdarin  |  November 10, 2010 at 7:33 pm

    Kok jadi curhat, must? Lama2 bukan cinta fitria ni yang ditulis, tapi cinta mustphar. Hehehe..
    ^_^v

    Reply
    • 6. mustphar  |  November 11, 2010 at 3:32 pm

      aku gak bermaksud bikin curhat, kok jadi curhat ya? 😀

      Reply
      • 7. Fitria  |  November 11, 2010 at 4:48 pm

        hahahahaha…iyo…lama2 ono kisah cinta2ne mustphar ki…
        tp gpp kok…sbg tokoh utama aku rela…hahahahaha… 😛

      • 8. mustphar  |  November 11, 2010 at 4:52 pm

        ono ta mbak? oke deh, ditunggu kisah cintanya. lho? *ngarep

  • 9. dewi  |  November 11, 2010 at 3:16 pm

    episode curhat ni yee :p

    Reply
  • 10. mustphar  |  November 11, 2010 at 3:34 pm

    maklum, penulisnya juga manusia 😛

    Reply
  • 11. lilis  |  November 17, 2010 at 3:53 pm

    menarik…..

    Reply
    • 12. mustphar  |  November 17, 2010 at 9:56 pm

      makasih 🙂

      Reply
  • 13. Cinta-Fitri  |  December 6, 2010 at 1:54 pm

    kayaknya untuk jadi novel, episode ini dihilangkan ajah, hahah,, cos curhatan pribadi penulis nih,,

    Reply
    • 14. mustphar  |  December 9, 2010 at 1:11 pm

      wah, dho sentimen ki karo penulise, 😀

      Reply
  • 15. klozee  |  December 9, 2010 at 3:33 pm

    mustphar kan uda ada tokohnya, lha ni “Aku” sapa maksudna…heummm

    Reply
    • 16. mustphar  |  December 10, 2010 at 9:53 pm

      Aku di sini juga mustphar juga, gaya bercerita orang pertama…

      Reply
  • 17. kiky habiba  |  December 14, 2010 at 3:05 pm

    must, apa perlu kubantu menyebutkan nama lengkap dan biodata fitria??? mohon izin, bolehkah mbak fitria? hahaha 😀

    ditunggu novelnya tenan ki!

    Reply
    • 18. mustphar  |  December 14, 2010 at 3:07 pm

      boleh2 ky, tapi inbox aja, jangan dipublish, hehe….

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


November 2010
M T W T F S S
« Oct   Dec »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Archives

Recent Posts


%d bloggers like this: