Cinta Fitria (Episode #16): Ujian Cinta

October 22, 2010 at 7:37 am 16 comments

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu sekaligus hari yang mendebarkan bagi para pemuja Cinta Fitria. Dalam tiga jam ke depan, mereka akan mempertaruhkan apa yang mereka punya untuk menggapai gadis pujaannya. Seperti halnya Aan, sejak jam tujuh tadi Aan sudah sampai ke Gedung Dhanapala di mana tempat test TPA dilaksanakan meskipun test dimulai pukul 08.30 waktu setempat. Aan mengikuti apa yang disarankan oleh mustphar bahwa di harus datang pagi-pagi untuk mengenali lokasi ujian terlebih dahulu dan memberikan kesiapan mental sebelum menghadapi ujian. Masih menurut mustphar, bahwa datang ke tempat ujian sebelum ujian dimulai adalah sepertiga dari keberhasilan ujian, karena kalau datang terlambat dipastikan tidak dapat mengikuti ujian atau kalaupun diijinkan mengikuti ujian pasti memberikan efek psikologis . Dua pertiga selanjutnya adalah usaha dan doa.

Walaupun datang lebih awal dan menunggu lama waktu ujian dimulai, mustphar tidak menyarankan untuk belajar. Jangan menambah beban pikiran, istirahatkan pikiran, persiapkan saja untuk menghadapi ujian. Dan Aan mematuhi itu semua, walaupun teman-temannya sibuk belajar, Aan mondar-mandir seolah-olah paling siap diantara semua peserta. Kadang-kadang Aan nyeletuk mengucapkan sesuatu yang pernah dipelajari sebelumnya. Otomatis hal itu membuat temen-temennya yang lagi pada menghafal meninggalkan hafalannya dan mencari ataupun bertanya tentang apa yang disebutkan Aan tadi. Hal itu salah satu cara merusak konsentrasi belajar. Itu masih menurut ajaran sesat mustphar. Dalam hal lain mungkin mereka semua sahabat, namun dalam hal ini mereka adalah saingan, maka bersainglah sebaik-baiknya. Inilah prinsip persiangan.

Sepuluh menit sebelum ujian dimulai, pengawas membagikan lembar jawaban dan lembar soal. Kali ini ujian diikuti oleh 100 orang peserta yang berjajar sepuluh barisan ke samping dan sepuluh barisan ke belakang. Aan memiliki nomor ujian 55 sehingga dia duduk di tengah-tengah barisan. Aan membawa pensil 2B sebanyak 1 lusin. Sesuai dengan ajaran yang diterimanya, bawalah pensil yang banyak walaupun yang dipakai cuma satu namun bisa dipakai secara bergantian yang bisa menghemat waktu meraut pensil. Dalam pikiran Aan,pensil tersebut nantinya kalau ada temen yang lupa bawa bisa dijual atau disewakan, dalam istilah halusnya dipinjamkan.

Jam 08.30 tepat ujian dimulai. Para peserta mengerjakan dengan tenang, tidak ada suara sedikitpun kecuali suara kertas yang dibolak-balik ataupun suara pensil patah karena dipatahkan, frustrasi tidak ada satu soal pun yang nyantol di pikirannya. Lima menit kemudian tiba-tiba Aan mengacungkan tangan bertanya kepada pengawasnya.

“Pak, nomor 50 soalnya kurang jelas”.

Sebenarnya Aan pun baru mengerjakan sampai nomor 5, itupun masih diragukan jawabannya. Namun berdasarkan ajaran yang diterimanya, hal itu berguna untuk menjatuhkan mental lawan-lawannya. Bagi yang gak siap mental hal itu akan menyiutkan nyali. Menganggap orang yang bersangkutan jauh lebih pandai darinya. Kalau gak percaya coba saja. Namun, apabila menerima hal serupa, mustphar mengajarkan untuk tenang saja, berpikir positif dan percaya diri. Anggap aja temenmu ngerjainnya dari nomor 50, ngerjainnya secara random, sekedar cari sensasi atau lagi mempraktekkan ajaran sesat mustphar.

“Dilarang menanyakan apa pun kepada pengawas atau sesama peserta ujian” jawab pengawas.

Satu jam ujian telah berlalu, waktunya tinggal satu setengah jam lagi. Tiba-tiba Aan bertanya kepada pengawas.

“Pak, yang sudah selesai boleh keluar ruangan?”

Sekali lagi Aan menguji mental teman-temannya. Padahal saat itu Aan baru selesai sekitar 100 soal, itupun yang 25 hasil ngitung kancing baju, 25 hasil pemikiran sendiri dan yang 50 turun dari langit. Tapi sekali lagi itu bisa menjatuhkan mental teman-temannya. Kalau tidak percaya, sekali lagi, boleh dicoba. Namun Aan punya cara untuk menghadapi hal itu bila orang lain yang melakukannya, dia akan berpikir pasti itu muridnya mustphar, walaupun mustphar sekalipun tak pernah melakukannya. Dia hanya mengajarkan bagaimana menanggulangi apabila hal itu terjadi.

Yang sudah selesai tidak boleh keluar ruangan dulu, nanti boleh keluar saat waktu ujian sudah habis” jawab Pengawas.

Saat waktu ujian tinggal 30 menit, Aan bikin ulah lagi. Dia bertanya kepada pengawas.

“Pak, lembar jawab saya kurang, boleh nambah satu lagi Pak?”

Kalau yang dikerjakan soal essay hal itu boleh dilakukan, tapi kali ini yang dikerjakan soal pilihan ganda. Untuk itu lembar jawaban sudah disesuaikan dengan jumlah soal. Hal ini membuat peserta lain bertanya-tanya dan juga tertawa. Tapi ya sudahlah namanya juga Aan, diketawain sudah biasa dan itulah yang dicari.

Ini soalnya 200 Pak, lembar jawaban cuma sampai 180” lanjut Aan.

Coba soalnya kamu bawa ke sini” kata pengawas.

Ini Pak” jawab Aan sambil menyerahkan lembar soal yang dia kerjakan sejak tadi.

Pengawas menerima lembar soal kemudian memeriksanya sebentar.

“Ini kan soal latihan anak saya yang kelas 4 SD, kok bisa nyampur di sini ya?”

“Hah?!!!! Pantesan soalnya gampang-gampang?” kata Aan.

“Gampang gimana?” tanya pengawas.

“Iya, masa ada soal: Lagu Pelangi-Pelangi ciptaan… “ jelas Aan.

“Kamu jawab apa?” selidik pengawas.

“Tuhan” jawab Aan dengan pede-nya.

“Itu bukannya ciptaan AT Mahmud?” bantah pengawas.

Kan ada liriknya Pak, Pelangi-Pelangi ciptaan Tuhan” jelas Aan.

Ooo iya ya” kata pengawas pasrah.

(Bersambung)

Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli segala keperluanmu. (Anonim)

Advertisements

Entry filed under: Cinta Fitria.

Cinta Fitria (Episode #15): Sekali Lagi, Tentang Patah Hati Cinta Fitria (Episode #17): Awal yang Sempurna

16 Comments Add your own

  • 1. klozee  |  October 22, 2010 at 8:17 am

    *lempar penghapus ke aan….brisik

    Reply
    • 2. mustphar  |  October 23, 2010 at 11:36 pm

      gak sekalian bangkunya dilempar?

      Reply
  • 3. kiky habiba  |  October 22, 2010 at 11:40 am

    ahahaa…. segar dan menggelitik!
    suka banget sm episode ini 😀

    Reply
    • 4. mustphar  |  October 23, 2010 at 11:37 pm

      thanks

      Reply
  • 5. golizt  |  October 22, 2010 at 12:08 pm

    hehehe, suka kuotenya.. dan punya uang yang cukup untuk nraktir adek adeknya, hahaha..

    Reply
    • 6. mustphar  |  October 23, 2010 at 11:37 pm

      Amin

      Reply
  • 7. amin  |  October 24, 2010 at 12:39 pm

    hahha, tip yang bagus par, dapat ilmu dari mana par?

    Reply
    • 8. mustphar  |  October 24, 2010 at 12:51 pm

      iku asline ajaranku pas SMA mbiyen, walau ra pernah dipraktekkan, cuma teori. Tapi saiki akeh juga sing gawe postingan serupa neng blog tentang njatuhke mental pas ujian.

      Tapi iki dudu tiru2 kono, yo mungkin pemikirane sebagian padha, coz aku pernah ngalami ono sing melakukan hal serupa pas Olimpiade neng SMA 3, tapi aku cuek wae, haha…

      Reply
  • 9. Cinta-Fitri  |  October 27, 2010 at 10:40 am

    Iya tuh, Aan resek, gangguin orang lagi belajar en ngerjain soal,

    Btw, ternyata mustphar punya murid juga ya yang mau menuruni ilmu ‘sesat’nya, hahah…..gokil

    Reply
    • 10. mustphar  |  November 1, 2010 at 12:56 am

      eh, jangan salah, ilmu sesat bukan hanya terkenal di SMA, di kampus pun lumayan terkenal di jamannya 😀

      Reply
  • 11. udin jaman sma pernah sealiran ama mustpar  |  October 31, 2010 at 9:43 pm

    hahahahahaha

    ajaran sesat SMA metu kabeh 😀

    Reply
    • 12. mustphar  |  November 1, 2010 at 12:55 am

      rung metu kabeh din, lagi sebagian 😀

      Reply
  • 13. ImamSe  |  October 31, 2010 at 11:58 pm

    pengalaman buruk dari jaman SMA.

    bocah iki apike dimasukkan ke audisi pencari bakat diam2,,,,,,,

    Reply
    • 14. mustphar  |  November 1, 2010 at 12:57 am

      bakat opo tapi pak? 😀

      Reply
  • 15. cuwy  |  November 24, 2010 at 7:25 pm

    emmm…
    kayake ada yg pernah cerita juga ke aq ttg “Pak, nomor 50 soalnya kurang jelas”….hehehe… 😀

    Reply
    • 16. mustphar  |  December 10, 2010 at 9:45 pm

      haha… mudah-mudahan bukan Aan yang cerita, eh Anas maksudnya 😀

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


October 2010
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives

Recent Posts


%d bloggers like this: