Cinta Fitria (Episode #10): Sang Pengamen Cinta

September 24, 2010 at 12:37 am 5 comments

Pulang dari Atrium Plaza Aku dan Fitria naik Metromini  47 trayek Senen-Pondok Kopi. Suasana di metromini tidak begitu ramai, hanya ada sekitar 10 orang duduk di bangku depan. Kami mengambil tempat duduk di bangku paling belakang yang kosong. Bus berjalan pelan-pelan saat itu agak macet, satu demi satu para penumpang yang menunggu di pinggir jalan naik sehingga terisi penuh. Saat melewati Stasiun Senen, seorang pengamen naik ke bus yang kami tumpangi. Dengen bermodal sebuah gitar pengamen tersebut bermaksud menyanyikan sebuah lagu.

“Selamat malam para penumpang, perkenankanlah kami menghibur Anda dengan tembang-tembang anak jalanan… “

Belum selesai membacakan intronya sebelum ngamen, aku maju ke depan menemui sang pengamen itu.

Aku: “Bang, bolehkah aku menggantiin ngamennya. Nanti Abang tinggal ngambilin uangnya, itupun kalo ada yang ngasih”.

Pengamen: “Eee…. boleh mas, silakan”.

Sang pengamen memberikan gitarnya kepadaku, selanjutnya dia berdiri di belakangku dengan masih penasaran menunggu apa yang akan aku tampilkan. Agak grogi juga, namun aku mencoba tenang. Aku pun memulai ngamen dengan melafalkan mukadimah seperti yang sering kulihat di metromini setiap harinya.

”Bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya hormati, sebelumnya saya mohon maaf bila mengganggu ketenangan Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua. Dengan suara seadanya saya ingin menyanyikansebuah  lagu untuk gadis manies yang duduk di bangku paling belakang… “

Aku menatap Fitria, mukanya kemerah-merahan tersipu-sipu malu. Sebagian penumpang menengok ke belakang. Aku berani bilang gitu karena hanya dia seorang cewek yang duduk di bangku paling belakang, sehingga saat aku menyebut gadis manis, semua orang di situ tahu siapa yang aku maksud.

Sampai di situ reaksi para penumpang bermacam-macam, ada yang tepuk tangan, ada yang cuek, bahkan ada yang siap-siap melepas sepatu ataupun sendalnya. Pikirku, beruntung bangen pengamen ini, biasanya cuma dikasih cepek ,gopek atau kalo lagi beruntung seceng, lha ini bakalan dapat sepatu dan sendal yang lumayan kalo dijual di pasar loak.

Selanjutnya aku memetik gitar dan mulai menyanyikan sebuah lagu ciptaan Keenan Nasution yang sempat populer di era 80-an dan belakangan dinyanyikan kembali oleh Vidi Aldiano. Lagu tersebut berjudul Nuansa Bening.

“Oh..tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku
Biasa saja…”

Sampai situ aku berhenti menyanyi. Tiba-tiba Fitria berteriak.

Fitria: “Kenapa berhenti must?”

Aku: “Eeee…”

Aku bingung mau menjawab apa. Untuk saat ini aku hanya bisa menyanyikannya sampai segitu dan maknanya berbeda bila diteruskan. Untunglah tiba-tiba kenek metromini 47 berteriak.

Kenek: “Rawa Selatan… Rawa Selatan….”

Aku: “Eh Fi, udah sampai tuh, kamu turun sini kan?”

Fitria: “ Yaaah, kan lagunya belum selesai, kapan-kapan lanjutin ya? Oke, aku turun dulu”

Aku: “Hati-hati Fi”.

Dalam hati aku berdoa semoga aku tak pernah melanjutkan lagu itu untuknya.

(Bersambung)

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu. (Anonim)

Advertisements

Entry filed under: Cinta Fitria.

Cinta Fitria (Episode #9): Fitria Punya Selera Cinta Fitria (Episode #11): Tentang Patah Hati

5 Comments Add your own

  • 1. Cinta-Fitri  |  September 24, 2010 at 2:08 am

    Ee,,, kok mustpar ikut-ikutan to yo,, membuat hati Fitria bingung (mungkin),

    Reply
    • 2. mustphargoblog  |  September 25, 2010 at 2:37 pm

      tapi pit, must kan belum tentu mustphar? kita tunggu episode berikutnya. kalaupun mustphar tidak akan membuat hati fitria bingung kok. 😀

      Reply
  • 3. klozee  |  September 24, 2010 at 2:17 am

    mbak piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii….kok aq telat terus ik….

    bwt fitria..lempar bajaj aja ke mustphar…

    Reply
    • 4. Fitria  |  September 24, 2010 at 2:31 am

      itu bukan aku Restuu….itu Fitri,,nama panggilannya Pipit…hehehehe…

      gak usah susah2 lempar bajaj Tu,,,cukup diinjek aja kakinya pake hak spatu…hohohoho…

      Reply
      • 5. mustphargoblog  |  September 24, 2010 at 2:41 am

        iya tux, itu Fitri, jelas bedalah…
        Fitri itu artinya suci kalo a kan tidak, yg satu gak pake a, haha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


September 2010
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archives

Recent Posts


%d bloggers like this: